SEMINAR NASIONAL AGAMA DAN TOLERANSI UNIMUDA SORONG πŸ‘οΈοΈ 205

By Muhammad Muzakki Rabu, 23 November 2022 | 12:09 pm Kegiatan

SEMINAR NASIONAL AGAMA DAN TOLERANSI UNIMUDA SORONG

Kampus Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong memang populis di kalangan publik sebagai institusi pendidikan Islam yang inklusif terhadap semua kebhinekaan. Labeling ini telah lama terbentuk secara natural dari orang-orang didalamnya yang otentik terbiasa dengan perbedaan, hal ini dapat dibuktikan dari jumlah mahasiswa nonmuslimnya berjumlah sekitar 70 persen dari total keseluruhan mahasiswanya serta  disediakannya pengajar nonmuslim bagi mahasiswa yang nonmuslim khusus pembelajaran agama, bahkan hebatnya lagi bukan hanya itu yang ada di UNIMUDA Sorong dalam rangka manifestasi sebagai kampus multicultural yaitu adanya ruang multicultural yang berguna berdialog dengan sesama mahasiswa tentang perbedaan-perbedaan mereka dengan dipandu oleh dosen.

Dialog-dialog itu sampai saat ini masih dijalankan bahkan menjadi keunikan tersendiri yang membuat institusi Pendidikan lain belajar dan melihat langsung di UNIMUDA Sorong. Mengenai dialog-dialog itu baru saja diadakan seminar nasional agama dan toleransi yang diinisiasi oleh Lembaga Al Islam Kemuhammadiyahan tepatnya pada hari Selasa, 29 November 2022 dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.30 WIT. berlokasi di meetingroom Mas Mansur. Seminar ini berawal dari kekhawatiran para sivitas akademika UNIMUDA Sorong tentang maraknya perzinaan atau hubungan seks di luar pernikahan, dan fenomena LGBT di kalangan remaja dan dewasa terutama di kawasan Papua yang berakibat pada tingginya  penyakit menular seperti HIV AIDS, Sifilis dan lainnya.  

Seminar ini mengusung tema “Health, Moral, and Religiuos Issues In Today’s Adolescent” dengan mengundang empat narasumber yang pakar di bidang Kesehatan dan bidang Pendidikan Agama Islam, yaitu dr. Stephanie Pangau, M.PH., Dr. dr.Debbie Latupeirissa., Sp.A (K), dr. Farida Fauziah, dan Ambo Tang, Lc., M.Pd.  sedangkan pembahasan seminar antara lain seks bebas dan aborsi, LGBT dan narkoba, penyakit menular seksual, dan bahaya miras perspektif agama Islam. Dari tema yang diusung dan pembahasan seminar cukup menarik minat mahasiswa sehingga peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 250 orang. Di penghujung acara kepala Lembaga Al Islam Kemuhammadiyahan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pengembangan dari pembelajaran AIK 1 (Kemanusiaan dan Keimanan) yang menekankan pentingnya seorang manusia agar selalu taat pada ketentuan-ketentuan agama sehingga akan selamat dari keburukan, serta berencana akan mengadakan kegiatan-kegiatan lain yang sejenis dengan tema yang aktual dan menarik.

By Muhammad Muzakki Rabu, 23 November 2022 | 12:09 pm

Artikel Terbaru