Pembelajaran AIK Berbasis Gerakan Amal Nyata 👁️️ 187

By Muhammad Muzakki Senin, 29 April 2024 | 12:09 pm Kegiatan

Pembelajaran AIK Berbasis Gerakan Amal Nyata

Al Islam Kemuhammadiyahan merupakan ruh bagi setiap perguruan tinggi Muhammadiyah Aisiyah, keberadaannya menjadi sangat urgen dan fundamental bagi seluruh actor penggerak AUM ini, bahkan menjadi salah satu pioner yang disejajarkan dengan peraturan Kementerian RISTEKDIKTI bahwa semua Lembaga Pendidikan Tinggi harus melaksanakan tridharma perguruan tinggi meliputi penelitian, pengabdian dan pengajaran, namun di perguruan tinggi Muhammadiyah ditambah menjadi caturdharma; tambahan yang dimaksud adalah Al Islam Kemuhammadiyahan pada ketiga pioner tersebut.    

Pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan yang merupakan bagian implementasi dari caturdharma perguruan tinggi Muhammadiyah haruslah terintegrasi dengan berbagai aspek pembelajaran terutama yang melibatkan mahasiswa secara langsung, hal ini merupakan upaya untuk menginternalisasikan nilai-nilai AIK ke dalam pribadi mahasiswa sebagai subjek didik serta menjadikan pembelajaran menjadi lebih fun dan sekaligus membawa dampak positif kepada orang-orang sekitar.  

Tepat hari senin, 29 April 2024 mahasiswa program studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), Psikologi, Teknik Sipil, dan Pendidikan IPA  melakukan kunjungan dan pembagian infaq ke Panti Asuhan Muhammadiyah Kabupaten Sorong. Kegiatan ini merupakan pengembangan pembelajaran AIK berbasis praktik lapangan dari materi ibadah maliah, inti dari materi tentang anjuran seorang muslim mengeluarkan sebagian hartanya untuk membantu sesama muslim yang sedang kesulitan dan kekurangan. Teknis dari kegiatannya yaitu para mahasiswa mengumpulkan uang seikhlasnya dari empat prodi di atas untuk diserahkan kepada pengelola panti Asuhan Muhammadiyah Kabupaten Sorong yang jumlahnya hampir 3 juta.

Hal yang menarik dari   kegiatan ini adalah ungkapan dari perwakilan mahasiswa saat pemberian infaq, mereka merasa bersyukur atas karunia Allah Swt.  Yang telah diterima oleh mereka selama ini bahwa jika dibandingkan dengan orang-orang, mereka termasuk beruntung dalam beberapa hal, mereka juga merasa senang berbagi dengan sesama saudara muslim meskipun nominalnya tidak banyak, peristiwa ini akan menjadi kenangan berharga untuk kehidupan mereka di masa yang akan datang bahwa berbagi merupakan sebuah cara untuk melihat dan merasakan serta membandingkan nikmat-nikmat Allah  yang diberikan kepada segenap manusia sesuai porsinya, dan mereka berpesan kepada adek-adek di panti asuhan agar tidak patah semangat dalam menggapai cita-cita, selalu optimis menatap masa depan karena Allah tidak akan meninggalkan orang-orang yang berusaha mencintai-Nya.

By Muhammad Muzakki Senin, 29 April 2024 | 12:09 pm

Artikel Terbaru