Mahasiswa UNIMUDA Sorong Menjalin Silaturahim Lintas Iman Berbasis Ecomulticultural 👁️️ 144
Hari itu tepatnya pada Sabtu, 11 April 2024 di daerah Aimas kabupaten Sorong yang biasanya hujan atau gerimis tiba-tiba sangat cerah. Mahasiswa UNIMUDA Sorong berkumpul di kampus merencanakan kegiatan yang jarang dilakukan oleh orang pada umumnya. Dengan bimbingan dosen mereka akhirnya memutuskan untuk membuat kegiatan sosial yang khas dan kental dengan nilai keimanan. Prodi Farmasi bersama dengan dosen pengampu mata kuliah pendidikan agama mengimplementasikan salah satu bagian materi perkuliahan yaitu karakter orang beriman.
Berawal dari karakteristik orang beriman muncul inspirasi untuk membuat projek kegiatan dengan topik silaturahim lintas keimanan berbasis ecomulticultural. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa prodi Farmasi beserta dosen pengampu pada hari Senin, 13 April 2024 dengan mengumpulkan bibit tanaman jambu dan kelengkeng, kemudian dibawa sebagai oleh-oleh untuk menemui tokoh-tokoh pemuka agama di Kampung Kerukunan Aimas kabupaten Sorong. Perlu diketahui bahwa di kampung inila terdapat sebuah keunikan yakni terdapat rumah ibadah 5 agama dalam satu kawasan yang tidak ada di tempat yang lain, namun meskipun terdapat perbedaan keyakinan tidak pernah ada perselisihan yang berkaitan dengan agama.
Dalam kegiatan ini pula, mahasiswa beserta dosen bersilaturahim dengan pendeta di depan gereja sekaligus menyerahkan bibit tanaman untuk ditanam pada sekitar area gereja. Tidak hanya bersilaturahim dengan pendeta di gereja, bahkan silaturahim dengan ustad di depan masjid, dengan pedanda di depan pura, dan dengan pandita di depan wihara serta diadakan simbolis penyerahan bibit tanaman untuk ditanam pada sekitar area rumah ibadah. Kegiatan ini tidak hanya sekedar silaturahim biasa lintas iman namun memiliki lain yaitu terciptanya lingkungan rumah ibadah yang hijau dan asri karena di penuhi dengan pepohonan yang rindang dan dapat mengurangi polusi di area sekitar rumah ibadah.
Kegiatan ini pula memberikan edukasi pada segenap mahasiswa bahwa keimanan itu harus ditampakkan dalam amal nyata tidak hanya sebatas verbal mengaku beriman namun tidak memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya, dengan mengajak bersilaturahim terhadap pemuka agama mahasiswa diajarkan untuk tidak takut berinteraksi dengan orang yang berbeda keyakinannya bahkan diajarkan bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan mereka. Selain itu, mengajak pemuka agama dan sekaligus mahasiswa untuk menghijaukan rumah ibadah dengan banyak menanam pohon di sekitar area rumah ibadah adalah untuk meminimalisir populasi serta menambah pasokan oksigen agar tetap segar dan bersih.